92. Memilih dan Dipilih

1122 Kata

12 DESEMBER 2020 DIANDRA LOVIA SARADIKA ______________________________ SESEKALI aku mendengar suara gelak tawa Bunda dan Ratih dari arah dapur. Entah apa yang sedang mereka tertawakan sampai suaranya sampai ke kamarku yang berada di lantai dua. Kedatangan Ratih memang seperti hiburan yang tidak pernah ada habisnya. Ada saja kelakuannya yang membuat entah aku, Bunda, Ayah, dan terkadang Bang Syail tertawa. Memang sejak mengenal Ratih, dia terkenal heboh dan juga humble. Mungkin itulah alasannya aku bisa dekat dengannya. Ratih mempunyai aura positif yang jarang aku temui dari orang lain, mungkin. Ratih sedang membuat mi samyang yang sudah dibawanya tadi. Katanya akan makan-makan bersamaku di balkon kamarku yang sudah disulap menjadi mini piknik. Ada karpet bulu yang lumayan hangat untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN