BAB 25

1049 Kata

Mahawira berlari menuju ruang perawatan intensif bahkan tidak mempedulikan penampilannya yang sudah terlihat tidak rapi dan tidak teratur. Kemeja yang dikenakannya pun tampak mencuat dari bagian dalam celananya dan rambutnya pun tidak terlihat minimalis lagi. Napasnya tercekat ketika akhirnya sampai di depan ruangan dan Callista tiba-tiba berbalik menghadapnya. "Menguasai!" dipanggil Callista. Mahawira perlahan mendekati Callista, berusaha mengatur napasnya yang tersengal-sengal. terima! Pria itu langsung memeluk Callista tanpa berkata apa-apa, membuat Callista menangis. "Aku di sini," kata Mahawira dengan suara serak. Sebagai orang tua, Mahawira tentu prihatin dengan kondisi Grayson yang tiba-tiba diketahui dari Callista lewat telepon beberapa saat lalu. Dengan berlinang air mata,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN