Suara gemuruh petir bergema cukup keras hingga membuat Aletha tersentak dari tidurnya dan terbangun dengan ekspresi wajah polos, ia tengah mengumpulkan nyawanya sambil menatap kesekelilingnya. Dilihatnya buku-bukunya berserakan di meja dan ia langsung merapikannya dan memasukkannya ke tasnya. Aletha terbelalak ketika melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ia menepuk keningnya pelan, ia tidak sadar jika sedari tadi ia tertidur cukup lama di perpustakaan saking kelelahan mengerjakan tugas kuliahnya yang mana besok siang ia akan melakukan presentasi dikelas. Untung saja perpustakaan itu buka dua puluh empat jam sehingga petugas perpustakaan tidak mengusir Aletha dari sana. Dengan sangat terburu-buru Aletha mengemasi barang-barangnya dan memasukkan dengan hati-

