Zio tengah menatap Aletha yang sedang bermain ayunan seorang diri di taman rumahnya sambil memejamkan mata. Sudah cukup lama Aletha berdiam diri di taman hingga langit malam menyapa, setelah mengetahui tentang kondisi Darren, Aletha tidak sama lagi seperti dulu, gadis itu tampak menjadi seorang yang penyendiri dan tidak banyak berbicara. Zio perihatin dengan apa yang sedang dialami Aletha, ia berjalan mendekati gadis itu tetapi Vani langsung menahan tangan nya yang membuat Zio menatap Vani. "Zio mau ngehibur Aletha, Ma." Vani menggeleng pelan. "Nggak Zio, biarin Aletha sendiri dulu sekarang, kamu harus ngertiin perasaan Aletha ya?" Zio menghela nafas panjang menatap iba ke arah Aletha, ia sama sekali tidak ingin melihat Aletha yang seperti ini. Berlarut-larut dalam kesedihan juga tidak

