Valir masih harus mencari penyebab kematian Vale, sebagai sepupu yang sangat dekat dengannya, dia tidak terima jika kematian Vale begitu saja tanpa sebab. Valir teringat masa lalu dengan Vale, mereka berdua berjanji untuk menjadi penyihir bangsawan dan bekerja untuk kerajaan, sayangnya semua mimpi bersama itu harus musnah. Valir terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara burung gagak di jendela belakang kamarnya, dia menyisingkan lengan bajunya dan mengambil pedang kecil. Diam-diam dia mendekati burung gagak yang ada di halamand depan rumahnya, menergap lehernya dan menusuknya dengan pisau. Kepercayaan turun temurun keluarga Valir, jika ada burung gagak yang datang, mereka harus dibunuh dan sebagai persembahan dewa, terutama dewa kematian. Valir lalu memeras darah burung gagak itu, d

