Sasa menghela nafas pelan. Entah kenapa perasaannya benar-benar tidak enak untuk nanti malam. Sasa memang memutuskan untuk menerima ajakan makan malam dari Neal. Dan malam inilah jamuan itu akan dilakukan. Sasa sudah cukup lama tak ke butik. Ia merasa tak bisa fokus bekerja. Dan siang ini, ia malah ke sekolah TK. Sasa menunggu Andra keluar dari sekolah setelah bel pulang berbunyi beberapa detik yang lalu. Banyaknya anak-anak yang berhamburan keluar membuat Sasa kesulitan menemukan atensi Andra. Namun, mata Sasa langsung menyipit saat melihat Andra di gendongan seorang pria. Tapi Sasa tidak bisa melihat wajah laki-laki dewasa itu, karena posisinya yang membelakangi Sasa. Sasa tersenyum kecil saat melihat raut wajah bahagia Andra. Ah, wajah anak itu selalu membuatnya tenang dan meras

