PART 26

2067 Kata

"Alesan apa?!" Sasa refleks berdiri tegak dari posisinya. Wajahnya yang awalnya agak kemerahan karena alkohol, langsung berubah menjadi pucat pasi melihat kemarahan di mata Rafa. "R-rafa.' "Gak ada ampun," desis Rafa dengan mata berkilat emosi. Laki-laki itu langsung menarik tangan Sasa keluar dari tempat terkutuk itu dengan agak kasar. Membuat Sasa harus berusaha keras mengumpulkan kesadarannya. Langkah Sasa terseok-seok karena Rafa berjalan dengan langkah lebarnya. Berbeda dengan langkah kecil Sasa yang kesulitan mengimbangi. "N-nanda gimana--" "Gak usah mikirin dia. Pikirin diri lo sendiri," desis Rafa emosi. Bahkan laki-laki itu mengubah gaya bicaranya. Begitu sampai di parkiran, Rafa langsung mendorong Sasa agak kasar ke dalam mobil. Kali ini Sasa tidak protes, karena ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN