Pria itu hanya menghela napasnya panjang, gadisnya itu benar-benar keras kepala. "Baiklah, cepatlah bersiap-siap, aku tunggu kau di sini." Gadis itu pun tersenyum girang mendengar ucapan Adrasta. Ia segera berlari masuk ke kamarnya lagi untuk mempersiapkan diri dan alat-alat yang mungkin akan ia butuhkan di dalam hutan. Sedangkan Adrasta, pria itu hanya berdiri bersandarkan dinding dan bersedekap d**a. Pria itu mulai bosan di sana, apakah semua gadis yang tengah bersiap-siap mempergunakan waktu yang sangat lama seperti ingin? Pikirnya. Tak berselang lama, seorang wanita berjalan menyusuri lorong istana, membuat Adrasta merasa panik saja, mengapa ia harus lewat? Bagaimana jika ia menanyai Adrasta? Pikirnya. Sampai di depan pria itu, ia tersenyum, begitu pun dengan Adrasta. "Cepatlah

