22. Diambang Kematian

1339 Kata

Adrasta memerintahkan kuda itu untuk berjalan dengan cepat, bersama Cordelia yang wajahnya sudah merah merona menahan malu. Ia sangat gugup berada dalam dekapan Adrasta. Tak jarang, badan keduanya saling menekan, membuat salah tingkah. Akhirnya mereka sampai di hutan milik Bergelmir setelah berhenti sejenak di kediaman Styx supaya Adrasta dapat berganti pakaian dan mengambil kudanya sendiri. Ia tidak ingin konsentrasinya terus terganggu karena gadis yang terlihat menggemaskan dalam dekapannya itu. "Untuk apa kau mengajakku mencari tumbuh-tumbuhan di sini? Aku kan tidak tahu tentang obat-obatan," ucap Adrasta sambil berusaha mencari tanaman yang dimaksudkan oleh Cordelia. "Aku takut dengan serigala. Jadi, aku mengajakmu dengan alasan supaya kau mau melindungiku." Terdengar tawa kecil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN