Cordelia masih menunggu kalimat selanjutnya. "Apa kau mau menerima pemberianku? Aku membelikan syal untukmu." Hati gadis itu sedikit kecewa, ternyata bukan pertanyaan yang ia harapkan. Adrasta segera menyerahkan kain berwarna merah itu dan Cordelia menerimanya dengan baik. "Hmm terima kasih," ucap gadis itu dengan senyum yang terpaksa. Keduanya kembali dilanda rasa canggung dengan pikiran yang berbeda, Adrasta yang tengah menyiapkan diri dan Cordelia yang merasa harapannya terlalu tinggi. "Cordelia," panggil Adrasta. Kini gadis itu tak lagi berekspektasi tinggi, ia menanggapinya dengan perasaan biasa saja. "Apa kau tau maksudku memberikan syal itu?" Gadis itu menggeleng ragu. "Bolehkah kujadikan syal itu sebagai simbol cinta untukmu?" Gadis itu nampak terkejut dan membuang muka k

