Bab 46

1398 Kata

Satu komplek kontrakan itu dihebohkan dengan kejadian malam itu. Beberapa warga yang mengenal Pak Dermawan langsung menghubunginya. Reni terisak karena takut dan gemetar atas teriakan dan makian beberapa warga. Mereka di giring ke rumah pemilik kontrakan. Ibu pemilik kontrakan langsung menghubungi Bu Minah yang baru saja tiba di kota kenangan. Wanita itu akhirnya langsung kembali malam itu juga. Warga masih berkerumun menonton dua manusia yang masih berpakaian alakadarnya. Tidak lama Pak Dermawan datang. Lelaki berwajah teduh itu berkali-kali menarik napas panjang. Rasa pedih, kesal dan kecewa bercampur menjadi satu. “Ren! Setega ini kamu mempermalukan ayah?” lirih Pak Dermawan. Dia mendudukan tubuhnya di kursi rotan milik ibu kontrakan. “Maafin Reni, Yah!” Ditengah isaknya, gadis i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN