Aku langsung menuju kamar. Sengaja aku tak mau mendengar obrolan mereka. Sudah bisa kupastikan Mas Harso akan menegur Mbak Rumi terkait perkara belanja bulanan itu. Mas Ali terlihat tengah duduk dan memainkan ponselnya. Dia menoleh ke arahku yang menyebabkan pintu terbuka. "Ren, laper nih! Makan yuck!" Mas Ali sepertinya sudah merasa lapar dari tadi. "Bentar, Mas! Aku lihat dulu nasinya mateng atau belum?" Kubergegas ke dapur untuk memeriksa nasi yang kumasak tadi. Aku segera menuju kamar lagi. "Mas, ayo! Nasinya udah mateng!" Ajakku. Mas Ali bangkit dari duduknya dan melenggang menuju pintu. Aku mengambil dua potong KFC dari plastik yang tergeletak di atas nakas. "Ren, lho cuma bawa dua?" Mas Ali menatapku. Aku terdiam sejenak memikirkan jawaban yang tepat. "Oh, iya Mas! I

