“Sudah, gak usah banyak tanya … sekarang kemasi barang-barang kalian dulu! Kalian harus pergi secepatnya dari rumah ini! Saya gak mau menyambut Esih dengan keadaan seperti ini! Hatinya pasti terluka!” “Terus kami tinggal di mana Kang?” Wajah Bu Minah memelas sambil mengiba pada Pak Wawan. Namun lelaki itu malah meninggalkannya ke dalam dan mengeluarkan koper milik Bu Minah. “Kalau Teteh gak mau beresin, biar saya aja yang beresin!” “Eh, bentar atuh, Kang! Saya bisa beresin sendiri!” Bu Minah mengejar suaminya yang sudah mengeluarkan koper dan menuju kamarnya. Dia mengambil koper itu dari tangan suaminya. “Sekarang saya beresin semua barang ini, tapi saya gak mau bercerai sama Akang! Bantu saya atuh, Kang! Nanti mantan suami saya ngambil Reni lagi dari saya!” Wajah Bu Minah memelas

