Seorang wanita yang disebut Bi Isah itu sudah berdiri di depannya. Pakaiannya serba ketat sudah seperti mau senam aerobic. Dia hanya memakai celana lejing dengan kaos ngepas di badan. Wajahnya berwarna, bukan cantik kesannya tetapi lebih pada berlebihan. Bibir merah menyala, di atas kelopak mata memakai eyeshadow hijau terang. Resti tertegun melihat perawakan orang yang akan menjadi ART-nya. Namun suara Mpok Inem membuyarkan pikirannya. “Neng, ini Bi Isah … umurnya sih baru 30 tahun, dia udah punya anak tiga! Yang pertama anaknya usia 12 tahun, yang kedua delapan tahun dan yang paling bontot baru enam tahun,” ucap Mpok Inem lagi. “Saya Resti, mari masuk Bi!” Resti mempersilakan pembantu rumah tangganya yang baru. Bi Isah langsung di ajak Mpok Inem ke dalam. “Mpok, anterin ke kamarn

