"Ada apa dengan mas Bagas?" ucap Fina. Dia masih duduk di depan cermin. Menatap setiap ukiran wajahnya dari bayangan cermin. Seakan memastikan, apakah dirinya masih secantik dulu. Kulit yang putih bersih, kulit kenyal seperti kulit bayi. Fina yang selalu perawatan setiap waktu. Kini bahkan dia tidak punya waktu untuk melakukan hal itu. Untuk kuliahnya dia tidak bisa. Apalagi keluar hanya untuk perawatan. Mana mungkin bisa. Bisa jadi dia dimarahi habis-habisan oleh suaminya. Jemari tangan Fina, meraba meja rias terbuat dari kayu di depannya. Mengambil sisir yang tergeletak di atasnya. Dia mengambilnya, menyisir rambut panjang miliknya sangat hati-hati. Senyum tipis terukir di wajahnya. Mengingat bagaimana jemari tangan Bagas terasa hangat saat mengusap lembut rambutnya. "Apa semua Hanya

