Skip buat -16 (Tulisan Saru) "Siapa?" tanya Raga penasaran. "Sekretaris gue yang cantik." "Hemh. Tapi sejak kapan lo perlu dihibur?" "Sejak gue sadar, ingin dicintai." "Ck. Memangnya lo pria kesepian? Lo udah punya dua istri, Bro!" Raga menyulut rokok dan menghisapnya. Hal yang ia lakukan saat santai. Karena di kantor jarang sekali pria itu bisa melakukan kegemarannya tersebut. "Gue cuma pria menyedihkan, mencintai Bianca dan doi memilih pergi. Menikah lagi dengan perempuan bernama Yumna, dan gadis itu terlihat sangat benci gue, ia juga kelihatan takut. Heh, mungkin doi pikir gue akan memakannya. Lalu sekarang ada Alina yang menyerahkan dirinya. Gue bisa apa? Hemh." Devian merasa miris. Ia sesap lagi minumannya, barangkali bisa menenangkan pikiran dan bisa mengambil keputusan terb

