Naura melintasi halaman lobbi salah satu apartemen mewah setelah mengantarkan kue titipan Mamanya untuk temannya dan segera masuk ke dalam mobil saat Siska menelepon. "Hmm—" "Elo beneran makan siang sama duda nomor dua?" "Apaan sih duda nomor dua?" decaknya. "Namanya Mas Rendy." "Wuiiihhhhh—" Naura menjauhkan ponselnya saat mendengar pekikan Siska. "Jadi sekarang manggilnya sudah Mas?" "Itu cuma panggilan biasa aja!" dengus Naura kesal, duduk di balik kemudi. "Kita cuma makan siang biasa terus nemenin dia nyari kado buat Malika." "Wuuiiiihhhh—" Naura memutar bola mata saat Siska memekik lagi. "Jadi sekarang sudah makin akrab sama tuh duda sampai diajak makan dan jalan-jalan begitu?" "Itu cuma makan dan jalan biasa aja." "Tetap aja dari hal yang biasa bisa berubah menjadi hal yang l

