Defan tersenyum menatap wanita yang baru saja memberikan kehangatan padanya, meski mood Kinan menjadi susah di tebak, tapi meningkatnya hormon ibu hamil yang menjadi mudah b*******h sangat menguntungkannya bukan.Hanya dengan sedikit sentuhan di titik sensitiv Kinan sudah di pastikan jika istrinya itu akan langsung b*******h. "Sekarang aku benar-benar sangat lemas."Protes Kinan menatap mata pria di atasnya yang kini menatapnya dalam. "Tapi kamu begitu menikmatinya tadi. " Kinan memalingkan wajahnya, "Sudah ih, cepat lepaskan terus buatkan aku sarapan, terus lihat Kanaya." "Sebentar lagi, masih betah di sana. " "Ih Defan lepas, risih." Defan terkekeh,"Baiklah. "Ujar Defan menyerah, bagaimanapun ia tak tega, istrinya itu sudah lelah melayaninya sejak semalam, dan di ta

