Jarum jam berputar seolah lebih cepat dari biasanya. Vano merasa ia telah mensia-siakan waktu yang begitu berharga. Pria itu tampak kesal. Dia merasa dirinya seolah dipermainkan. Untuk apa dia harus didandani sedemikian rupa sementara orang yang ia khawatirkan entah bagaimana kabarnya. Vano ingin menyuarakan keberatan akan perlakuan 'istimewa' Revan. Sebenarnya dia tak ingin menuruti pria itu. Tapi bagaimana lagi. Rasa ingin balas budi selalu tertanam di hati Vano. Dia tak ingin mengecewakan pahlawannya itu. Sementara itu, Aisha yang sudah beberapa waktu lalu tersadar dari pingsannya, kini sedang diperlakukan istimewa juga di dalam rumah Rheina. Sungguh ia tak menyangka kalau orang-orang bersekongkol untuk menculiknya namun berakhir dengan mendapat perlakuan istimewa. Dalam hati Aisha me

