BAB 44

1005 Kata

"Hati-hati, Re," seru Revan saat Rheina hendak menabrak seseorang. "Aduh," pekik Rheina saat dirinya menabrak sosok orang lain tanpa sengaja. "Maaf," ujar Rheina menunduk meminta maaf. Revan bergegas menghampiri istrinya itu. Ia melihat Rheina menabrak seorang pria tak dikenal. Alarm waspada miliknya berbunyi dengan sendirinya. *** Novita kini sedang berada di rumahnya. Ia tak diizinkan pergi ke tempat lain selain memeriksakan kandungannya di rumah sakit. Wanita itu sedang dalam pemantauan. Selama sebulan terakhir, Novita tampak stres. Banyak hal mengganggu pikirannya. Hal itu berakibat pada kandungannya. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan kalau anak yang akan dilahirkan adalah anak yang istimewa. Novita tidak terima. Ia berulang kali ingin mencelakakan bayi yang beberapa minggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN