BAB 48

1660 Kata

Usai bertemu di kafe itu, Mamanya Revan kemudian pamit pergi meninggalkanku di kafe itu sendiri. Aku menikmati minuman yang sedari tadi tak ku sentuh. Tak lama lagi akan ada pertunjukan menarik antara Rheina dan calon mertuanya. Hari berganti hari. Aku mendengar kabar bahwa Mamanya Revan sudah menemui Rheina. Wanita paruh baya itu menyuruh Rheina meninggalkan Revan. Mamanya Revan tak sudi menjadikan Rheina sebagai menantu. Rheina pun sepertinya tak memiliki alasan untuk terus bersanding dengan Revan. Ya, pria sempurna seperti Revan sangat tak cocok dengan Rheina. Apalagi Rheina statusnya janda, dan mandul. Aku menertawakan Rheina dalam hati. Ternyata Rheina yang sempurna memiliki kekurangan. Dia tak benar-benar sempurna sebagai wanita. Tak akan ada pria yang mau dengannya karena ia ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN