BAB 39

2181 Kata

Revan dan Rheina turun dari taksi. Setelah membayar biaya perjalanan sesuai argometer, mereka melangkahkan kakinya menuju rumah megah itu. Bangunan tinggi dengan halaman yang luas itu tampak semakin asri. Rheina lupa kapan terakhir kali berkunjung ke rumah ini. Namun menurutnya rumah itu tetap sama seperti dulu, tak ada perubahan selain tamannya yang semakin asri. Revan membuka pintu rumah itu. Tak ada siapa pun yang menyambut mereka. Namun hal itu tak membuat Revan menyurutkan langkahnya membawa sang istri menemui mamanya. Revan menyuruh Rheina menunggu di ruang tamu bangunan itu. Sementara dia mencari keberadaan mamanya di dapur rumahnya. Ia yakin mamanya sedang ada di sana. Rheina merasa gelisah. Entah karena gugup hendak bertemu lagi dengan mertuanya, dia merasa tangannya mendadak te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN