Sudah tiga bulan sejak kepergian suaminya, Aisha, tetangga depan rumah Vano jarang tampak keluar. Wanita itu seperti sedang terpuruk dengan nasib yang menimpa dirinya. Wanita yang biasanya menyiram tanaman bunganya di sore itu jarang terlihat. “Mungkin dia masih berduka,” pikir Vano. Tiga bulan masih terlalu singkat untuk melupakan kenangan yang terukir dalam ingatan. Apalagi kenangan bersama pasangan halal. Sosoknya pasti tak tergantikan. Wanita yang selalu tampak tegar di depan orang-orang di sekitarnya, kini seolah bersembunyi. Hati kecil Vano diam-diam merindukan semua hal tentang wanita itu. Vano begitu mendamba wanita itu karena hanya wanita itu yang mampu menggerakkan hatinya kembali setelah Rheina. Untuk perasaannya dengan Novita, Vano tak tahu ia menamainya apa. Rasa sayang pr

