Bab 50 – Flashback Keevan and Arletta

1746 Kata

“Ah, lelahnya. Kenapa mereka suka sekali menjemur anak baru? Kulitku pasti sudah gosong.” Arletta melangkah masuk ke dalam kampus. Gadis itu baru saja selesai upacara. Entah kenapa senior kampusnya itu suka sekali menjemur anak baru. Masa OSPEK memang sangat melelakan. Lihat saja dirinya harus memakai kaus kaki tinggi warna merah yang tampak memalukan. Ditambah sepatu yang warnanya tak sama. Tak hanya itu saja rambut pun diikat kuda menggunakan tali rapia. Astaga! Arletta sudah tak lagi bisa membayangkan betapa buruk penampilannya itu. Sungguh, melihat ke cermin pun Arletta tak berani. Arletta menarik napasnya dalam-dalam, dan mengembuskan perlahan. Gadis itu menyeka keringat yang muncul di pelipisnya. Tenggorokan Arletta mengering. Sudah lebih dari dua jam dirinya berada di tengah lapang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN