Bab 13 – Lebih Baik Mati daripada Menjadi Teman Tidurmu

1704 Kata

“Tuan Keevan.” Sang pelayan menundukan kepalanya kala Keevan melangkah masuk ke dalam rumah. Tampak raut wajah Keevan begitu dingin dan sorot mata menajam. “Aku sedang tidak ingin diganggu. Kalau ada yang mencariku katakan untuk temuiku besok,” tukas Keevan dingin dan tegas. “Maaf, Tuan … tapi di dalam ada Tuan Bagas dan Nyonya Nadira mencari Anda. Beliau sudah kembali dari Moscow,” tutur sang pelayan memberitahu. Keevan mengembuskan napas panjang seraya memejamkan mata lelah. Ya, kedua orang tua Keevan itu sebelumnya berada di Moscow karena ada pertemuan bisnis. Tapi Keevan tak menyangka sepulang dari Moscow, kedua orang tuanya itu malah langsung menemuinya. Ditambah hari ini Keevan sedang tidak ingin diganggu. Keevan memang tidak tinggal satu rumah dengan kedua orang tuanya. Bukan ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN