Bab 48 – Terungkap

1302 Kata

“Siapa Davina Aira, Keevan?” Mata Arletta memerah menahan air mata yang hendak tumpah. Dadanya seakan sesak. Tak lagi bisa menahan rasa sakit yang menelusup ke dalam diri. Tampak tatapan Arletta menatap nanar Keevan. Tatapan yang tersirat memiliki luka sangat teramat dalam. Hingga ketika bulir air mata Arletta terjatuh, wanita itu segera menyeka air matanya. Menahan segala juta rasa perih yang selama ingin ada di hatinya. Sungguh, Arletta ingin tahu apa yang sebenarnya Keevan tutupi padanya. Napas Keevan memberat. Manik mata cokelat Keevan tak lepas menatap manik mata cokelat Arletta. Pancaran mata Arletta jelas menunjukan luka. Dalam hati, Keevan merutuki dirinya sendiri. Tak pernah Keevan sangka, Arletta telah membuntutinya. “Kenapa kamu di sini, Arletta?” tanya Keevan dengan nada ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN