Adrian tahu inilah saatnya. Memantapkan hati dan melindungi sang istri dari tangan-tangan jahat yang akan memisahkan mereka. Tapi satu hal yang harus dilakukannya saat ini. Adrian menatap gundukan tanah yang basah. Bunga mawar baru saja di taburkan di atas pusara itu. Makam Kirana. Sudah beberapa bulan dia tidak berkunjung ke sini. Dulu, dia terlalu pedih untuk melihat makan Kirana ini. Tapi sekarang, dia menguatkan hati untuk berada di sini. Bagaimanapun juga dia harus berdamai dengan masa lalu. Kenangan pahitnya, bukan sesuatu hal yang mudah. Di malam-malam dalam tidurnya dia kadang masih bermimpi buruk tentang kecelakaan itu. Tapi ada Pelangi yang menenangkannya. Membuat dirinya akhirnya merasa damai dalam pelukan Pelangi. Dan dia menyadari satu hal, Pelangi adalah istri dan masa depa

