Pelangi untuk sesaat ikut terlarut dalam kerinduan. Aroma tubuh Ian bercampur cologne yang biasa dipakai suaminya itu kini menyelubungi seluruh indera penciumannya. Dan hal itu membuatnya nyaman. Hangat dalam dekapan tangan yang kuat dan kokoh. Tapi itu hanya untuk sesaat. “Aku tak akan melepaskanmu lagi!” Suara Adrian yang parau dan dalam itu terdengar bagai alunan musik yang mengalun merdu. Tapi ketika suara mobil yang sayup-sayup terdengar. Pelangi kembali menapak bumi. Sudah saatnya bangun dari mimpi, dia harus menghadapi kenyataan. Dengan sekuat tenaga, dia mendorong tubuh Adrian yang masih mendekapnya erat. Karena untuk beberapa saat Pelangi memang menyerah tanpa perlawanan. Adrian mengendurkan pelukannya, dan hal itu digunakan Pelangi untuk mendorong Adrian. Tanpa diduganya, peluk

