BAB 4. POV ARUMI

1063 Kata
perkenal kan nama ku arumi se orang ibu rumah tangga dan umur ku baru mengijak 20 tahun ,aku di jodohkan orang tua ku kepada laki laki duda dan sudah ber umur,,, """ laki laki itu bernama mas ilham ber umur 50 tahun dan kini dia adalah suami ku,,, mas ilham mempunyai putra bernama ardi kira kira ber umur 12 atau 13 tahun,,, anak nya tampan tapi agak jahil,,, sejak aku menikahi mas ilham tak perna rasa nya aku menikmati bersetubuh dengan nya, mungkin karena faktor U,,, pada saat itu baru aku berikan keperawanan ku di malam pertama kami,,, awal nya aku memberikan nya karena kewajiban ku se orang istri untuk memberikan itu kepada suami ku,,, malam pertama ku,, waktu menujukan pukul 22 : 30 ardi sudah tidur,, mas ilham meminta ku untuk melakukan itu di malam perdana ku yang pasti nya membuat hati ku berdetak hebat dan rasa nya aku belum sanggup untuk melakukan nya,, tapi itu sudah menjadi kewajiban se orang istri, mau tidak mau aku melayani nya,,, pertama tama mas ilham mulai mendekat dan mendekap tubuh ku dengan nyaman,,, lalu mas ilham mulai mencium bibir merona ku lalu dia bermain dengan aktif dan agresif,,, sesekali membuat tubuh ku melayang dan bulu bulu ku merinding sekujur tubuh ku,,, mas ilham sangat buas menikmati tubuh ku,,, tapi pas mas ilham merobek lubang keperawan nan ku mas ilham lang sung ambruk di atas tubuh ku,,, cuma rasa sakit yang amat sangat karena tanpa ada rangsangan di lubang kemaluan ku mas ilham langsung memasukan dan merobek lubag kemaluan ku ,mas ilham menggoyang kan pinggul nya dengan ceapat lalu terasa panas di dalam rongga kewanitaan ku,sakit yang aku dapat,, dia mengucap kan bebrapa kata untuk kenikmatan yang dia raih saat bersetubuh dengan ku,,, aku cuma mengangguk dan memandang wajah tua nya,,, tapi hati dan tubuh ku berkat lain,,, karena rasa sakit yang di timbul kan di s**********n ku dan hati yang mungkin kecewa,,, kecewa karena saat malam perdana hilang nya perawan ku tak ber kesan sama sekali dan terasa hambar,,, selain sakit di lubang kewanitaan ku cuma itu yang kurasa di malam perdana ku,,, karena aku sama sekali tidak mendapat kan kenikmatan saat itu,,, kiat pun tertidur,,, malam kedua mas ilham melakukan nya kembali ,,, kewajiban ku se orang istri untuk melayani suami,jadi aku tidak bisa menolak walau masih ada rasa sakit di lubang kemaluan ku,, mas ilham langsung buas dan seperti biasa baru aku mencapai kira kira 20% dari hubungan intim ini ,mas ilham pun mabruk kembali di atas tubuh ku,,dan selanjut nya malm ke3 malam ke4 samapai malam selanjut nya,,, aku cuma mendapat kan 20% dari jamahan mas ilham,,, hingga pada suatu hari aku yang sudah terbakar hasrat dan birahi yang memuncak aku memutua kan untuk ber main di kamar se orang diri,, karena aku kira rumah sudah aman dan sepi tidak ada siapa siapa,,, aku pin mulai memain kan tangan ku di s**********n ku ,,,, awal nya aku gosok gosok dari luar cd yang aku gunakan,,, aku pilin p****g yang sudah terlihat menyembul mungkin terangsang gosokan di cd ku,,, satu tangan memilin p****g ku dan tangan datu nya aku gosok di cd ku,,,, lalu tubuh ku mulai meliuk suara mulai merenguh,,, aku lepas pakaian ku termasuk cd dan bra yang aku gunakan,,, aku coba memasukan jari ku di lubang kemaluan ku awal nya aku kocok perlahan ,,,, suara desah ku pun mulai keluar dan tidak bisa aku tahan,,, aku per cepat getaran tangan ku,,, baru saja aku mendesah dan ingin mengeluarkan kenikmatan ku,,, aku di kaget kan sama ardi anak tiri ku yang nyelonong ke dalam kamar ku,,, kenikmatan ku hilang seketika dan aku tutupi tubuh ku menggunakan selimut,,, aku tegur ardi,,,, lalu dia gelagapan dan mengucap aku ingin menolong mah ucap nya polos,,, lalu aku tarik lengan nya dan ku dudukan di ranjang kasur ku,,, karena birahi ku terlanjur meledak dan tak bisa aku tahan,tanpa banyak mengeluar kan kata kata,, aku langsung menumpah kan birahi ku kepada anak tiri ku yang masih polos tapi dia sudah memperlihat kan punya nya yang tegang dari awal dia masuk kamar ku,mungkin ardi melihat ku saat aku memain kan tangan ku di lubang wanita ku,, meskipun masih kecil hasrat atau nafsu nya sudah dia rasa kan walau mungkin dia tidak terlalu paham,,, aku langsung melepas kan pakai an nya dan mencium bibir nya yang kaku,,, aku lihat batang nya sudah tegak berdiri ,meskipun lebih kecil dari ayah nya tapi aku lihat punya ardi bengkok dan agak panjang, tanpa menunggu lama,,, karena hasrat birahi ku belum tertumpah kan aku menidur kan ardi dan mencoba memasukan batang nya yang bengkok itu,,,, slep heemmmeeh terasa sensasi nya di dalam kewanitaan ku,,, lalu aku goyang kan pinggul ki di atas tubuh ardi,,, meskipun kecil tapi karena mungkin batang nya ardi bengkok dan panjang rongga dalam wanita ku merasa kan geseka dan sodokan mendobrak dobrak diding rahim ku,,, membuat aku kelojotan dan dan meliukan tubuh ku di ikuti desahan dan rintihan keluar dari mulut ku,,, lalu aku merenguh dan mengejang di atas tubuh ardi,,, tapi aku tidak merasa kan ardi mengeluar kan cairan dari batang nya tersebut,,, mungkin ini rasa nikmat yang abadi pikir ku,,, karena tubuh ku letih akhir nya aku ambruk di atas tubuh ardi,,, dan berguling di samping tubuh nya,,, aku kecup kening nya dan kuciumi bibir nya ,,, lalu aku suruh dia bangkit dan ku suruh untuk belajar memasukan batang nya yang masih kokoh kelubang wanita ku,,, lalu ardi bangkit dan bertumpu di tengah s**********n ku ardi berusaha memasukan nya tampi aku rasa dia masih malu atau tidak melihat lubang ke wanitaan ku karena terhalang rumput yang rimbun,,, lalu aku raih batang nya dan aku tuntun samapai ke mulut lubang,,,, dan ardi pun langsung memasukan dan menggoyang kan pinggul nya,,,, dan ku pandang wajah ardi yang sangat menggairah kan dan kuga tampan,,, keringat menucur deras diseluruh tubuh ardi yang membuat gairah ku bangkit dan semakin tinggi,,, lalu ardi mempercepat goyangan nya dan kuga telihat napas nya sangat memburu,,, aku mendesah kembali dan mengejang seluruh tubuh ku mengeluar kan kenikmatan birahi ku yang kedua kali nya ardi pun gemetar dan mengedut kan batang nya di dalam kewanitaan ku,,, ardi pun ambruk di atas tubuh ku dan menindih kan kepala nya di gunung kembar ku,,, aku pun tersenyum dan ku arah kan wajah nya ke wajah ku,,, terlihat ardi pun tersipu dan tersenyum malu melihat ke arah wajah ku,,,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN