nama ku ilham aku ber umur kurang lebih 50 tahu aku mencoba mencerita kan kisah hidup ku yang mungkin kalian tidak akan bisa membayang kan nya,,,
karena di umur ku yang sudah menginjak kepal 5 ini, aku merasa kan gairah ku kembali muda lagi,,,
saat aku menikahi anak kerabat jauh ku nama nya junaedi sedangkan istri nya ber nama romlah yang menjodoh kan nya padaku ,,,
awal nya mereka ingin punya tali persaudaraan dengan ku dan mencoba menjodoh kan kepada anak ku,,,,
tapi setelah mereka mendengar kalau ardi masih kecil baru ber umur 13 tahun dan masih sekolah mereka pun me ngurung kan niat nya karena mereka mau menjodoh kan anak perempuan nya yang berna arumi dan ber umur 20tahun,,,,
karena perjodohan nya batal mereka pun memutus kan pulang,,,,
dan tak selang beberapa bulan kemudian mereka kembali,,,
""" lalu mereka pun menawar kan untuk dijodoh kan dengan ku,,,,
sontak aku menolak karena aku sadar diri kalau umur ku sebaya dengan mereka,,,
pas perjodohan sebelum nya mereka tidak membawa putri nya karena dia sedang bekerja,,,
tapi sekarang mereka membawa putri nya dan di perkenal kan nya kepada ku,,,
""" nama nya arumi dan umur nya baru 20 tahun,,,,ucap mereka
""". maaf mas bukan maksud hati menolak per jodohan ini,,,
aku malu aku sudah tua sedang kan anak kalian ini masih muda ,,,
kasihan arumibharu menikahi laki laki tua seperti ku,,,
aku tidak mau merusak masa depan mya,,,,
lalu mereka pun menjelas kan dengan panjang kali lebar,,,,
akhir nya aku minta waktu kepada junaedi dan istri nya romlah,,
lalu aku tanya anak nya yang bernama arumi ini,,,
siapa tadi nama kamu???
ucap ku pada gadis ini
nama ku arumi om,,,,,
jadi gini arumi,,,
bapak cuma mau tanya sama arumi,,,,,
arumi tidak keberatan menikahi laki laki tua seperti bapak,,,,
aku lihat arumi cuma diam dan menundukan kepala nya,,,,
memang aku lihat perawakan arumi ini tinggi putih dan berisi,,,
laki laki mana yang tidak mau menjadi suami nya,,,
gini aja bapak juga mau pikir pikir dulu bukan nya menolak tapi bapak mau yang terbaik buat kamu buat bapak dan ibu kamu lebih nya buat bapak ilham dan anak bapak,,,,
seminggu lagi kalin kesini untuk kepastian ,,,,,
lalu mereka pun pulang ke dua kali nya,,,
dari waktu itu pun aku berpikir dan tak mungkin untuk mengawini arumi karena perbedaan umur nya pun terlalu jauh dengan ku kalau saja aku punya anak yang se usia nya aku pasti langsung menerima lamaran nya kare na mereka keluar ga baik baik dan juga suka mwmbantu orang,,,
lali aku ter ingat ardi saat ber umur 8 9 tahun dia pernah merengek mau ibu baru,,,
lalu aku pikir lagi ber ulang sampai matang,,,
dan terpikir kalau aku sudah tiada siap yang akan menjaga ardi,,,,
maka dari itu lah aku berniat untuk menerima nya menjadi istri ku walau pun umur nya masih kecil,,,,
baru 4 hari dalam perjanjian satu minggu itu aku langsung menelpon mereka untuk datang,,,
singkat cerita mereka pun datang kembali dan kini arumi pun ikut lagi,,,
sebelum aku menerima perjodohan pertama tama aku pun kembali menanyakan nya pada arumi bersedia atau tidak nya,,,
arumi bapak mau tanya sama arumi apakah perjodohan ini buat arumi adalah paksaan ,,,,
kalau arumi merasa ter paksa arumi tinggal ngomong,,,
karena bapak mau perjodohan ini terjadi bukan karena hasrat atau hawa nafsu bapa ,melainkan bapak untuk menitip kan ardi sama arumi,,
dan di jawab nya datar ,,,tidak om arumi siap menikah ,,,
satu lagi yang mau tanya kan ,,,
arumi mau menerima anak bapak ardi ucap ku
iya om arumi akan menerima nya sebagai anak arumi sendiri,,,,
setelah di kira tidak ada masalah lain kami pun merembukan kapan tanggal dan hari yang baik,,,,
terus aku tidak mau pernikahan ini di adakan pesta,,,
mungkin aku yang sudah tua ter lalu malu untuk mengadakan pesta,,,
kita undang keluarga dekat aja ,,,bagai mana kalian bersedia anak kalian menikah tanpa ada pesta atau resepsi,,,,ucap ku
bukan aki tak sanggup tapi aku takut pernikahan kubmenjadi cibiran atau omongan orang,,,,karena yang menanggung malu atau pun beban bukan lah aku se orang anak kalian juag ,,,,ucap ku tegas
lalu junaedi dan romlah pun setuju
minggu depan kita langsung menuju kantor agama untuk melangsungkan perkawinan atau ijab kobul,,,,
beres lah pembicaraan mereka pun undur diri dan pamit untuk menyiap kan semua keperluan,,,,
satu minggu kemudian,,,
saya terima nikah dan kawin nya
bla bla bla bla bla bla bla di bayar tunai,,,
gimana sah para saksi,,,
SAH SAH,,,
beres pula acara nya kita pun kembali kerumah dan mengadakan tumpengan aja untuk kerabat dan keluarga dekat aja,,,
2 minggu pun berlalu tapi aku tidak berani menyentuh nya sedikit pun ,meski pun nafsu ku terlalu besar untuk di tahan tapi aku tidak tega melaku kan nya,dan aku menikahi nya cuma untuk bisa menjaga ardi anak semata wayangku,,,,,,
malah kaya nya aku menganggap nya sebagai anak ku sendiri,,,
2 bulan pun berlalu aku masih belum menyentuh nya meskipin arumi tidur 1 ranjang dengan ku,,,,
satu minggu kemudian aku melihat arumi menangis di sudut kmar karena waktu itu aku pulang lebih awal,,,
aku hampiri arumi kenapa dia sampai menangis,,,
sebelim nya aku berpikir kalau ini adalah kelakuan ardi, karena ardi anak nya tengil dan suka jail,,
dan aku pun mulai berpikiran untukemarahi ardi anak ku itu,,,
aku hampiri arumi ke kamar,,,,
pas tepat berada di hadapan pintu arumi pun mengusap air mata nya dengan lengan baju nya,,,
arumi kenap menangis,,,
pasti ini kelakuan si ardi ,,awas aja kamu pulang akan bapak marahi kamu,,,
enggak om ini bukan ardi penyebab nya,,,
lantas kenapa kamu menangis kamubmenyesal nikah sama om kamu tidak mau hidup sama om ,,tanya ku dengan lembut,,
engak om bukan itu juga,,,
terus arumi menangis karena apa aku pun mengusap kepalanya,,,
maaf om apakah arumi tidak pantas menjadi istri om,,,,
karena dari om menikahi ku om tidak menyentuh arumi sama sekali,,,
padahal sudah jelas tugas istru itu adalah melayani suami nya lahir dan batin,,,,hik hik hik tangis nya semakin menjadi,,
lalu aku pun terkesiap dan kaget ,bagai mana aku menjelas kan nya???
dengan bingung untuk menjawab pertanyaan arumi,,,
kita lanjut di bab berikut nya ya guys,,,
terima kasih suport dan dorongan dari kalian,,,,semoga membuat ku semakin ter motipasi,,,tak lupa untuk mengingat kan cerita ini bukan untuk di tiru di bagian jelek nya cerita ini hanya karangan ku