Fajar melakukan hanya sekali karena berada di rumah orang tuanya takut mengganggu istirahat. Fajar menarik Indira ke dalam pelukannya dan merasa beruntung mendapatkan Indira yang masih menjaga harta untuk suaminya, Fajar tidak membayangkan apabila dulu tetap bersama Melda dengan sikap gilanya. "Dik terima kasih buat semuanya" ucap Fajar sambil membelai rambut Indira "rasanya kaya mimpi ya, kenal suka sekarang nikah padahal kakak gak ada bayangan bakal nikah dalam waktu dekat dulu" curhat Fajar “tapi gak tahu kenapa kakak semakin takut kehilangan adik sejak mengenal lebih dekat” Indira menikmati sentuhan di rambutnya "oh ya teman-teman kuliah adik gak mau dikasih tahu?" "Biar mereka tahu sendiri, kak" jawab Indira “kakak pasti malu nanti punya istri kaya aku” ketika mengingat kuliah dan d

