Indira pulang dengan Gina karena Mutia ingin berkumpul bersama di salah satu tempat makan kesukaan kita berdua dan sudah menjadi menu wajib ketika berkumpul. Berkumpul dengan sahabat-sahabat selalu disempatkan apapun kondisinya dan biasanya berbicara banyak hal termasuk kadang tidak penting sekalipun. "Beneran mau nikah sama Fajar?" tanya Yuli yang dijawab anggukan Indira mantap. "Terus Dimas gimana?" tanya Mutia menatap Indira yang hanya mengangkat bahu. "Kalian kenapa nyerah sih? Padahal masih saling suka loh, ya walaupun kita tahu mbaknya Dimas memang nyebelin sih tapi mama papa baik loh" tambah Yuli dan Indira hanya diam mendengarkan karena percuma berdebat. "Ya memang bukan jodohnya" jawab Gina membuat wajah Indira senang “lagian kenapa sama Fajar?” Gina menatap mereka berdua berg

