Indira menatap sumber suara yang berbicara dan ternyata Angga berada persis di depannya dan tanpa persetujuan mengambil tempat duduk di depan Indira lalu menatap apa yang Indira lakukan. Indira tersenyum sopan pada Angga sebagai bentuk dari kesopanan junior pada senior walaupun Indira lupa siapa Angga sebenarnya. “Kenapa gak ambil kedokteran aja?” Angga menatap Indira dengan keingintahuan. Indira menggelengkan kepala “kasihan ortu duit keluar banyak” Angga menganguk “mas kenapa ambil kedokteran?” “Kamu” jawaban Angga membuat Indira bingung “kamu yang buat aku motivasi ambil kedokteran lebih ke penyakitmu” Indira mencerna perkataan Angga “aku menyukaimu dari awal kita bertemu” Indira menutup mulut “kita masih kecil, mas” sambil menggelengkan kepala. Angga tersenyum “bahkan aku tahu sem

