Kala mendengar itu langsung dari mulut seorang Zain, gadis yang kini masih menatap tulisan besar terkejut bahkan sampai tidak bisa makan dengan tenang. Ia mendapat berita itu beberapa jam lalu kala keduanya membuat janji untuuk bertemu. Setelah di rasa retoran yang di minta Zain untuk keduanya bertemu benar, gadis dengan pakaian sederhana namun masih sopan akhirnya masuk dengan senyum sumringah nampak wajah gadis merindukan kekasihnya bahkan wajahnya sampai nampak memerah, rahangnya nampak lelah tersenyum. ‘’Hai ...’’ sapa Nasya dari kejauhan dengan senyum yang mengembang, dengan hati yang begitu gembira lalu ia berlari kecil agar segera bisa duduk tepat di depan Zain Mas’ud. ‘’Selamat Datang ...’’ sapa Zain formal. Diam – diam batin Zain ikut menggeretak sebab melihat gadis cantik

