Desa Jenggala pukul lima pagi, LA pukul 5 sore. Bukan rumahmu, sesuatu yang bukan menjadi tempat untuk pulang akan jauh lebih sulit mengatakan hal – hal yang dianggap terlalu berat, sulit untuk menitipkan beban dalam dirimu padanya sekalipun wajahnya penuh dengan senyum manis yang cukup meyakinkan jika ia siap untuk menjadi rumahmu kembali, sementara dalam nuansa senja di negeri orang dihabiskan dengan menikmati makanan dingan, duduk di bangku putih panjang dengan sandaran baja yang tak empuk cukup membuat ngilu ketika sudah beberapa saat, tersenyum sambil sesekali bercengkrama laiknya seorang pasangan, dan tertawa laiknya seorang tak memiliki beban dalam nyawa yang kini berdalih dalam dirinya. Memang benar adanya tawa tak harus menunggu beban itu ada, tak harus menunggu tak memiliki b

