Ia menaiki lift memencet tombol menuju ke lantai paling atas, lalu keluar dengan tidak santai sebab ia merasa begah dengan hari yang sudah dilaluinya bahkan setengah hari di dalam ruangan hanya membahas bagaimana caranya perusahaan bisa mengurangi pengeluaran tanpa mengurangi kualitas produknya. ‘’Arghh akhirnya…’’ ucap Daniel Ketika sudah berdiri di depan pintu otomatis dengan sensor wajahnya. ‘’Ugh … bau apa ini,’’ kata Daniel sata pertama kali kedua kakinya mendarat tepat pas berdiri membelakangi pintu dan mencium aroma yang tidak ia suka. ‘’Arghhh, bau apa ini sebenarnya.’’ Lelaki itu menggunakan bazer hitamnya untuk menutupi hidungnya, berjalan mencari sumber bau yang tidak ia sukai itu. ‘’Apa yang kau lakukan Nasya?” ‘’Eh!! Saya sedang memanaskan ramen dan beberapa udang bakar

