Chapter 26

1022 Kata

Aku menatapnya … Menatap lelaki yang tak hentinya memanggilku dara dan akhirnya aku berani menatapnya seraya berteriiak jika aku bukan dara … Setelahnya, semua orang mulai bungkam, hening menyelimuti seluruh ruangan club dan akhirnya, tanganku yang gemetar di dekap oleh tangan besar yang hangat dan membawaku pergi dari tempat ini sambil berulang kali mengusap pundakku pelan. ‘’Zain …’’ Aku menghentikan langkahku, membuat Zain sontak memberikan rem dadakan pada langkah kakinya terlihat jelas kala ia terhuyung ke depan sebab hendak menabrak tubuhku yang keci. ‘’Stop ngikutin aku dan...’’ ‘’Dan aku bisa pulang sendiri,’’ kata ku dengan nafas berat bahkan sampai wajahnya terlihat antara kesal dan lesu. Huh, aku melihatnya hanya tersenyum, tidak ada wajah - wajah yang hendak menguca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN