‘’Boleh bu tapi tolong digunakan secukupnya saja, masih banyak keperluan kita nanti...’’ Nasya memeberikan wejangan penuh penekanan. Bukannya pelit, ia hanya takut nanti keuangannya makin tipis dan belum bisa bayar sewa kos selama satu bulan ke depan. ‘’Iya nak...’’ jawab Zahra lalu meninggalkan Nasya yang berkemas sendirian. Gadi situ terlihat mempacking pakaian dan keperluan lainnya dengan sangat rapih seolah ini akan menjadi trip yang sangat panjang lalu melelahkan. Di tengah ia melipat dan memasukan pakaian ke dalam koper, ia tiba – tiba teringat pada totebag kecil yang diberikan pak satpam katanya ini titipan dari Daniel. Menghnetikan aktifitas sebelumnya, Nasya mulai berjalan ke arah pintu masuk yang di sebelahnya tergletak meja kekcil berukuran hanya satu meter, ia kemudian me

