Itu adalah Beno, datang dengan membawa sebuah bare-knuckle terikat di tangan kanannya. Dia mampu menghancurkan pintu itu hingga terlepas dari pengamannya sekarang. Memukul beberapa kroco ketua hima hingga terjatuh dan tak bisa membuat mereka bangkit kembali dengan nyaman terkena pukulan di pipi dan juga kepalanya dengan sangat telak. “Beno! Cepat selamatkan aku!” Teriakku kepada Beno di sana. Menoleh ke arahku sambil menghindar ke setiap serangan yang akan dihujamkan padanya. Ada dua orang berada di hadapan Beno sekarang, menghadapinya dengan tangan kosong. Mereka mungkin terlalu meremehkan Beno, karena dengan begitu, dia bisa memukul dan mengalahkan mereka berdua dengan mudahnya. Beno memukul perut orang di kiri sementara memukul dagu orang di kanannya. “Dasar kurang ajar! Memang benar

