Aku pun terbangun, dengan busana setengah telanjang, tertutup selimut di bagian atasnya, tidur di bagian sofa. Aku melihat apa yang ada di depanku, sebuah pemandangan yang cukup aku sesali harus terjadi malam ini. Beno, yang tidak memakai busana apa-apa memeluk pinggangku. Aku yang menyadarinya langsung saja loncat dari sofa dan juga melihat ke arah kanan dan kiri. Memakai busanaku kembali. Aku buru-buru pergi ke kamar mandi, berusaha apa yang terjadi dan mengingat apa yang terjadi pada malam itu. Ingatanku benar-benar buram, aku seperti terlena akan asmara dan juga ikatanku kepada Beno saat itu. Aku mungkin telah melakukan dosa yang sangat buruk di tempat ini bersama dengan Beno. Masih di depan cermin kamar mandi, aku berusaha untuk merapikan rambutku yang berantakan dan kusam, membasah

