Chapter 36

2042 Kata

Menangis terlalu banyak membuat diriku dan juga Andin menjadi haus hari itu. Aku memesan sebuah es kelapa dengan uangku sendiri, hal yang sangat jarang aku lakukan. Aku merasa, setelah bersahabat dengan Andin dalam waktu yang cukup lama, mungkin ini saatnya aku untuk membalas hutang budiku kepada Andin. Dia pasti tidak membawa uang ataupun dompet bersamanya sekarang, bahkan aku yakin dia masuk ke dalam kuliah hanya karena ingin bertemu denganku. Ibu kantin memberikan minumannya kepadaku, dan aku bersama dengan Andin langsung saja menengguknya dengan sangat menyegarkan. Tapi kemudian, akhirnya Andin bisa berhenti menangis setelah berada di dalam kondisi yang selama itu di dalam ruang kuliah dan juga sekolah. Aku tidak pernah bisa menyalahkan Andin atas situasinya. Aku bahkan masih ingat si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN