Fokus semua orang pun terbagi kali ini, karena The Gist telah menutup performanya kali ini. Namun, itu bukan berarti kalau konser telah selesai dan semua orang boleh pergi pulang ke rumah mereka masing-masing. Aku ingat, kalau menurut jadwal, sekarang adalah giliran dari Band milik Beno yang akan tampil di sana Cocoon Army. Miguel berpaling, melihat band yang akan datang tersebut. Mungkin dia merasa sedikit canggung karena aku belum membalas ucapannya tadi, dan mencoba untuk melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Tapi Miguel pun menunjuk ke arah panggung itu, seperti familiar dengan orang-orang yang berdiri di sana. “Tunggu, itu, aku mengenal mereka!” Soraknya dengan riang. “Baiklah semuanya, mari kita sambut, The Cocoon Army!” Tabuhan Drum mulai terdengar terhentak-hentak dengan ker

