35

1505 Kata

Berbeda dengan Vino yang sedang pusing dengan mencari Azura. Nura dan Azura malah lagi duduk nongkrong berduaan di sebuah kafe. Tapi, wajah keduanya berbeda. Nura dengan wajah kesal melirik Azura. “Enak yaa kalau balik gasik bisa santai-santai sejenak,” ucap Azura yang berkata tanpa beban. “Yaa enak kalau bisa bersantai tanpa beban,” sindir Nura. “Beban kenapa kamu, Nur? Apa masalah beban berat badan?” Azura menatap Nura penasaran. Ingin sekali Nura menceking batang lehernya, Azura. Kenapa gadis itu bisa bertanya tanpa beban setelah apa yang telah semua perbuatan yang telah dilakukannya? Apa tidak ada perasaan merasa bersalah atau apapun yang terbesit di hati gadis cantik tersebut. “Astaga dragon Azura, kenapa kamu tega banget bilang kaya gitu ke aku? Setelah apa yang telah kamu l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN