Hari ini merupakan hari kembalinya, Vino. Azura duduk di meja makan setelah selesai membuatkan sarapan untuk Nura dan si kembar. Ia menghela napas dengan berat, di dalam pikirannya akan ia gugup kalau bertemu dengan cinta pertamanya? “Kenapa lemes?” tanya Nura yang melihat wajah Azura tanpa semangat. “Pamali loh pagi-pagi wajahnya cemberut begitu.” Azura menatap Nura tanpa semangat. “Aku pusing hari ini si Vino balik ke rumahnya.” “Loh, ga ada masalahkan. Paling Vino balik ke rumah itu malam, tapi sore kamu nya sudah pulang. Ga ketemu kok.” “Iya. Besok paginya kan pasti ketemu. Jam 7 aku tiba di sana pasti belum ke kantor dia.” “Iya juga sih. Vino ke kantor itu siang sih, kadang jam 10 baru nyampe kecuali ada meeting pagi baru dia datangnya pagi.” “Lah, kamu bisa bayangkan kala

