Azura menatap Nura. Ia agak ragu membiarkan Angelo masuk ke sekolah dasar, tapi rasanya sayang juga jika anak pintar tidak dikembangkan. “Nur, ini gimana yaa,” ucap Azura ragu. “Gimana apanya? Tentang Elo atau Vino,” ujar Nura. “Astaga, ga mungkin tentang Vino. Ke sana aja nanti aku nyamar jadi emak-emak.” “Idiih, sensi amat kalau bahas tentang Vino. Kalau kamu lihat foto Vino di google pasti jatuh cinta deh.” “Ga lah … mau ganteng, kerennya kayak apapun, aku mau fokus sama si kembar.” “Serius nih.” “Serius lah.” “Ok kalau begitu, jangan nyesel yaa. Kesempatan ga datang untuk kedua kalinya loh, Ra.” “Sudah ga ada kesempatan untuk aku. Aku mau fokus sama anak-anak aja.” “Kamu masih cantik loh, Ra. Body juga kurus kerempeng kebanyakan pikiran terus wajah masih kencang. Bi

