Nura sudah pergi meninggalkan Azura sendirian di rumah Vino. Ia memperhatikan semua barang-barang di sana yang merupakan barang-barang mewah dengan harga yang tak murah. “Wow, ini sofa nya empuk amat.” Azura duduk-duduk santai di sofa berwarna putih. Azura kegirangan sendiri berada di rumah Vino. Ia berlari ke sana sini layaknya anak kecil yang mendapatkan kebebasan memberantakan rumah tanpa dimarahi orang tuanya. “Eh, kenapa aku jadi kayak gini sih. Lebay deh aku,” ucap Azura yang tak percaya dengan dirinya sendiri. Azura kembali fokus pada dirinya sendiri. Ia harus segera membersihkan rumah Vino yang di matanya bersih tanpa ada sedikitpun kotoran. “Rumah sebersih ini kok dibilang kotor sih. Gimana nanti kalau Vino punya anak dan rumahnya jadi gampang kotor pasti ngomel-ngomel m

