Raveno baru saja menelungkupkan wajahnya dilipatan tangan ketika pintu ruangannya terbuka. Ia lantas mengangkat kepalanya, terkejut ketika menemukan Sabrina yang datang bersama Andrew di belakangnya. Pegawainya itu membantu mendorong kursi roda Sabrina. Andrew kemudian mengangguk sopan pada Raveno sebelum segera pergi dari sana. Kini tinggal Raveno dan Sabrina di sana, keduanya sama-sama tidak tahu harus berbicara apa. Hingga akhirnya, untuk menghilangkan keheningan, Raveno berdiri dari duduknya, mengambil satu kaleng minuman dari kulkas dan memberikannya pada Sabrina. Sabrina menerimanya, menyesapnya perlahan dan meletakan minumnya di atas meja. Ia kemudian menatap Raveno, mengamit tangan pria itu agar duduk di depannya. "Duduklah." Raveno menurut, duduk di depan Sabrina sambil menatap

