"Hah! Andaikan di sini ada yang jual es." Kyra menggerutu kepanasan. Beberapa kali tangannya terus mengibas, tenggorokannya kering. Air saja tidak cukup untuk membasah, setelah melakukan teleportasi dan gerakan cepat beberapa kali, mereka berhenti pada sebuah hutan yang kering. Dedaunan berguguran, dan hutan ini seperti tanah lapang. Ada beberapa tengkorak hewan berserakan di sini. Semuanya kering. Pasti hewan itu sudah mati puluhan tahun silam. "Kenapa banyak tulang hewan di sini?" "Mungkin ini dulunya tempat perkelahian mereka, atau bisa jadi pernah ada wabah yang bikin mereka mati di sini dalam jumlah sebanyak ini. Lihat saja, to ada tanda-tanda kehidupan binatang di daerah ini." Randai mengamati sekitar, bahkan tangannya menyentuh tulang yang kering tersebut. Merasakan teksturnya yan

