"Ini mau diapakan, Paman?" Kyra menatap sebuah cahaya yang terus bergerak-gerak di telapak tangannya. Ada rasa geli yang menggelitik, tapi pergerakannya tidak selincah sebelumnya. Hanya menggelepar dan berpindah pelan. Air yang mampu ditampung di telapak tangannya cuma sedikit. Hanya Lea yang masih membawa air lebih banyak. Dia mempertahankan air berbentuk bola itu di atas telapak tangannya. Mengambang beberapa centi. Hanya saja airnya masih menetes. "Kalau kalian ingin melepaskannya, silahkan saja." "Ha?" Respon Randai sangat di luar dugaan, dia melongo dengan mulut membulat berbentuk huruf O. Tercengang dengan ucapan Pullo. "Yang benar saja, Pullo. Kami menangkapnya sampai selarut ini, belum istirahat sama sekali. Lalu dengan mudahnya kamu bilang, 'lepaskan saja' itu ibaratnya seperti

