Empat remaja itu memandang ke bangunan kastil tua yang ada di belakang mereka. Waktu yang mereka habiskan di sana sudah berakhir. Mereka tidak akan lagi merasakan bentakan Pullo yang meminta mereka bangun pagi disiplin, dipaksa untuk melawan, melompat, mengikuti latihan malam-malam, atau menangkap hewan kecil seperti ikan waktu itu. Semua sudah berakhir. Bahkan Pullo saja tadi hanya mengantarkan mereka di belakang gerbang utama untuk melanjutkan perjalanan. "Kamu menangis, Ra?" Alif berhenti, memandang Kyra yang memasang wajah sedih sambil beberapa kali menoleh ke arah kastil tua itu. Kebetulan, mereka berdua yang berada di posisi belakang. Sedangkan Randai dan Lea berada di depan mereka. Agak sedikit jauh karena Alif menyesuaikan dengan langkah kaki Kyra yang lambat. Gadis itu menggelen

